Imada Dust Net
PLTU 2x1000 MW - Batang PT. Bhimasena Power Indonesia

Proyek Dust Net ini berlokasi di area coal stockpile PLTU Batang, sebuah pembangkit listrik tenaga uap yang berada di kawasan pesisir utara Jawa Tengah. Lokasi yang berdekatan dengan laut menyebabkan area stockpile terpapar hembusan angin kencang secara konsisten, sehingga berpotensi membawa debu batubara ke area operasional maupun lingkungan sekitar. Kondisi ini menuntut penerapan sistem pengendalian debu yang tidak hanya luas, tetapi juga dirancang khusus untuk menghadapi beban angin tinggi.
Sebagai solusi, Imada menerapkan sistem Dust Net / Wind Fence dengan skala dan konfigurasi khusus untuk meredam debu yang tertiup angin dari arah laut. Sistem ini dirancang untuk menurunkan kecepatan angin secara bertahap di belakang net, sehingga partikel debu kehilangan energi kinetiknya sebelum menyebar keluar area coal stockpile. Pendekatan ini membantu menjaga kebersihan area kerja, meningkatkan aspek K3L, serta mendukung keberlanjutan operasional pembangkit.
Dust Net yang digunakan pada proyek ini merupakan tipe monofilament berbahan Prime Grade HDPE dengan porositas 30% dan warna hijau, yang sesuai untuk aplikasi luar ruang berskala besar. Setiap lembar Dust Net memiliki ukuran 3 × 10 meter, dan dipasang secara bertingkat untuk mencapai total ketinggian sistem hingga 16 meter. Spesifikasi porositas 30% dipilih untuk memberikan keseimbangan optimal antara efektivitas pengendalian debu dan pengurangan beban angin pada struktur penopang.
Struktur penopang Dust Net menggunakan tiang jenis free standing pole dengan diameter hingga 20 inch, yang dirancang untuk berdiri mandiri tanpa sistem bracing antar tiang. Konsep free standing ini dipilih untuk memberikan fleksibilitas struktur terhadap beban angin tinggi, sekaligus menjaga tampilan area tetap rapi dan minim interferensi dengan aktivitas operasional di sekitar coal stockpile. Seluruh sistem dirancang dengan mempertimbangkan stabilitas jangka panjang di lingkungan pesisir yang agresif.
Metode pemasangan Dust Net dilakukan dengan pendekatan layer by layer, di mana Dust Net dipasang secara bertahap dari bawah ke atas. Setiap layer memiliki ketinggian panel 3 meter, dengan total 5 panel tersusun secara vertikal untuk mencapai ketinggian keseluruhan sistem. Metode ini memungkinkan kontrol tegangan yang lebih baik pada setiap layer, memudahkan proses instalasi di ketinggian, serta menjaga kestabilan sistem terhadap beban angin yang berubah-ubah.
Implementasi Dust Net di PLTU Batang menjadi contoh penerapan sistem pengendalian debu berskala besar yang dirancang secara khusus berdasarkan kondisi lokasi dan tantangan lingkungan. Melalui pemilihan material, desain struktur free standing, serta metode pemasangan bertingkat, Imada menghadirkan solusi Dust Net yang efektif, andal, dan berkelanjutan untuk area coal stockpile di wilayah pesisir. Proyek ini semakin memperkuat pengalaman Imada Indonesia dalam menyediakan solusi Dust Net / Wind Fence untuk fasilitas pembangkit listrik dan industri berat di Indonesia.
Imada Dust Net
PLTU Tenayan - Riau

Proyek Dust Net ini berlokasi di area PLN Nusantara Power PLTU Tenayan, Riau, dengan tujuan utama mencegah masuknya debu ke area cooling tower yang merupakan salah satu fasilitas kritikal dalam operasional pembangkit listrik. Aktivitas operasional di area pembangkit, dikombinasikan dengan kondisi lingkungan terbuka dan pergerakan angin, berpotensi membawa partikel debu halus ke dalam sistem pendinginan. Jika tidak dikendalikan, debu dapat mempengaruhi kinerja peralatan serta meningkatkan risiko gangguan operasional dan pemeliharaan.
Sebagai solusi, Imada menerapkan sistem Dust Net / Wind Fence yang dipasang secara strategis di depan gedung cooling tower. Sistem ini berfungsi menurunkan kecepatan angin sekaligus menangkap partikel debu sebelum mencapai area sensitif, sehingga membantu menjaga keandalan peralatan serta mendukung penerapan standar Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di lingkungan PLTU.
Sistem Dust Net yang digunakan terdiri dari lembaran Dust Net berukuran 5 × 4 meter per panel, menggunakan material Prime Grade HDPE monofilament berwarna hitam dengan porositas 25%. Spesifikasi ini dipilih untuk mencapai keseimbangan antara efektivitas pengendalian debu dan kemampuan melewatkan angin secara terkendali, sehingga beban angin pada struktur tetap aman tanpa mengurangi fungsi utama sistem. Material monofilament HDPE juga memberikan ketahanan tinggi terhadap paparan cuaca luar ruang dan sinar UV untuk aplikasi jangka panjang.
Metode pemasangan Dust Net dirancang agar kuat, rapi, dan mudah dipelihara. Pada sisi horizontal, kawat sling dimasukkan ke dalam frill Dust Net untuk mendistribusikan beban tarik secara merata sepanjang bentang net. Sementara itu, pada sisi vertikal digunakan S-hook sebagai pengikat antar panel, memungkinkan fleksibilitas sekaligus kemudahan dalam proses pemasangan maupun penyesuaian di lapangan. Metode ini memastikan sistem tetap stabil terhadap hembusan angin sekaligus menjaga integritas material Dust Net selama masa operasional.
Implementasi Dust Net di PLTU Tenayan menunjukkan bahwa pengendalian debu di fasilitas pembangkit listrik memerlukan pendekatan yang tepat sasaran dan berbasis engineering, terutama pada area-area kritikal seperti cooling tower. Melalui pemilihan material, spesifikasi porositas, serta metode pemasangan yang sesuai dengan kondisi lapangan, sistem Dust Net ini berperan sebagai solusi pengendalian debu yang efektif dan berkelanjutan. Proyek ini sekaligus memperkuat pengalaman Imada Indonesia dalam menghadirkan solusi Dust Net / Wind Fence yang terintegrasi dengan kebutuhan operasional industri pembangkitan di Indonesia.
Imada Dust Net
PT. Vale Indonesia Tbk

Proyek Dust Net ini berlokasi di area operasional industri PT Vale Indonesia Tbk, dengan tujuan utama mengendalikan penyebaran debu akibat aktivitas material handling di lingkungan tambang dan fasilitas penunjang produksi. Aktivitas seperti penumpukan material, pergerakan alat berat, serta hembusan angin terbuka berpotensi membawa partikel debu halus ke area kerja dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penerapan sistem Dust Net menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan lingkungan serta penerapan standar K3L di kawasan industri Vale.
Sistem Dust Net yang diimplementasikan menggunakan material monofilament Prime Grade HDPE yang dirancang khusus untuk aplikasi industri jangka panjang. Total sistem memiliki ketinggian 5 meter dengan bentang sepanjang ±1.200 meter, membentuk penghalang angin (wind fence) yang efektif di area terbuka. Struktur penopang menggunakan tiang setinggi 5 meter dengan jarak antar tiang 5 meter, sehingga menghasilkan keseimbangan antara kekuatan struktur, fleksibilitas sistem, dan efektivitas reduksi kecepatan angin di belakang net. Konfigurasi ini memungkinkan debu kehilangan energi kinetiknya sebelum menyebar ke area yang lebih luas.
Implementasi Dust Net di PT Vale Indonesia Tbk menegaskan bahwa pengendalian debu tidak hanya bergantung pada material semata, tetapi pada perencanaan sistem yang tepat berbasis engineering. Melalui pemilihan material HDPE berkualitas tinggi, pengaturan porositas, serta desain struktur yang sesuai dengan kondisi lapangan, sistem Dust Net ini berfungsi sebagai solusi pengendalian debu yang efektif, andal, dan berkelanjutan. Proyek ini sekaligus memperkuat posisi Imada Indonesia sebagai penyedia solusi Dust Net / Wind Fence yang dirancang khusus untuk kebutuhan industri berat di Indonesia.
